You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Semayang
Logo Desa Semayang
Semayang

Kec. Kembayan, Kab. Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat

SELAMAT DATANG DI DESA SEMAYANG Read More

Penyuluhan Tentang Lingkungan Hidup dan Mitigasi Perubahan Iklim dan Risiko Bencana

Administrator 29 September 2026 Dibaca 38 Kali
Penyuluhan Tentang Lingkungan Hidup dan Mitigasi Perubahan Iklim dan Risiko Bencana

Sehubungan dengan terealisasinya anggaran Dana Desa Tahap II (dua) Tahun Anggaran 2026. Pemerintah Desa Semayang melaksanakan Penyerapan Anggaran Bidang Pelaksanaan Pembangunan Sub Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu Penyuluhan tentang Lingkungan Hidup dan Mitigasi Perubahan Iklim dan Risiko Bencana bersama pihak BPBD Kabupaten Sanggau yang bertindak sebagai Narasumber kegiatan yang dilaksanakan pada hari selasa 29 september 2026 bertempat di Gedung Sekretariat Bersama Desa Semayang yang dihadiri oleh Kelapa Desa Semayang beserta Perangkat Desa, BPD, BPBD Kabupaten Sanggau, Camat Kembayan, Pendamping Lokal Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pokmas, Pengurus Adat, Karang Taruna Desa, dan para Ketua RT se Desa Semayang.

Pembahasan Materi yang disampaikan oleh Narasumber dari BPBD Kabupaten Sanggau tentang Perubahan iklim global telah menjadi isu mendesak yang memengaruhi kehidupan manusia dan ekosistem di berbagai wilayah, termasuk di wilayah Kabupaten Sanggau. Dampak dari fenomena ini meliputi naiknya suhu permukaan bumi, perubahan pola curah hujan, ekstremnya gelombang panas, peningkatan permukaan laut, serta frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Selain berdampak pada lingkungan, perubahan iklim juga menimbulkan risiko kesehatan, ekonomi, dan sosial yang signifikan.

Untuk menghadapi hal ini, penyuluhan lingkungan hidup menjadi pendekatan strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta pengurangan risiko bencana.

Adaptasi adalah langkah penyesuaian diri terhadap dampak perubahan iklim yang tidak dapat dihindari agar masyarakat dan ekosistem tetap mampu berfungsi secara optimal. Contohnya termasuk penyesuaian kalender tanam bagi petani, pembangunan tanggul atau rumah panggung di daerah rawan banjir, serta pengelolaan sumber daya air yang efisien.

Mitigasi adalah upaya untuk mengurangi atau memperlambat penyebab terjadinya perubahan iklim, terutama melalui pengurangan emisi gas rumah kaca. Contoh kegiatan mitigasi meliputi reboisasi, penggunaan energi terbarukan, dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Adapun Dampak Perubahan Iklim dan Risiko Bencana
  1. Lingkungan: Degradasi kualitas air dan udara, intrusi air laut, rusaknya terumbu karang, penurunan produktivitas pertanian, dan perubahan ekosistem pesisir.
  2. Kesehatan: Peningkatan risiko penyakit menular (DBD, malaria), penyakit tidak menular (ISPA, heat stroke), serta gangguan kesehatan mental akibat bencana.
  3. Ekonomi dan Sosial: Penurunan hasil tangkapan ikan nelayan, kegagalan panen, dan kerugian ekonomi akibat bencana hidrometeorologi.
Strategi Penyuluhan dan Edukasi
Berdasarkan praktik-praktik yang berhasil diterapkan, strategi penyuluhan dapat mencakup:
  1. Pemberdayaan Generasi Muda
    • Aktivitas seperti Climate Change Camp menunjukkan bahwa siswa SMA/K dapat menjadi agen perubahan dengan memahami adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui metode pembelajaran interaktif, permainan, dan praktik lapangan.
  2. Peningkatan Kapasitas dan Informasi
    • Pengembangan sistem peringatan dini dan penyediaan informasi ilmiah tentang perubahan cuaca, parameter iklim, serta dampak potensial bencana.
  3. Pengekalan Kearifan Lokal dalam Mitigasi Bencana
    • Masyarakat tradisional, seperti di Kampung Naga, menggunakan kearifan lokal konservasi hutan, tata ruang kampung, dan arsitektur tradisional untuk mengurangi risiko tanah longsor dan banjir.
  4. Pelibatan Institusi Kesehatan
    • Puskesmas dan tenaga kesehatan memberikan edukasi tentang sanitasi, pola hidup sehat, imunisasi, serta pencegahan penyakit yang terkait dengan perubahan iklim.
  5. Praktik Lapangan dan Infrastruktur Adaptif
    • Pembangunan infrastruktur tahan bencana seperti tanggul, resapan biopori, dam-parit, irigasi hemat air, dan rumah panggung.
    • Teknik pertanian adaptif, termasuk irigasi tetes, penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan atau genjah, dan integrasi sistem ternak-tanaman.
Budaya Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Pengembangan budaya mitigasi bencana sangat penting untuk mengurangi kerentanan masyarakat. Strategi utama meliputi:
  1. Mempertahankan dan membangun nilai-nilai budaya lokal terkait kesiapsiagaan bencana.
  2. Mengintegrasikan kegiatan kesiapsiagaan dalam rutinitas sehari-hari masyarakat.
  3. Meningkatkan efek praktis dari keterampilan yang sudah dimiliki masyarakat untuk menghadapi risiko bencana.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Penyuluhan lingkungan hidup dan mitigasi perubahan iklim yang efektif memerlukan:
  • Pendekatan integratif yang menggabungkan pendidikan, kearifan lokal, dan teknologi adaptif.
  • Partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda dan kelompok rentan.
  • Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga pendidikan, LSM, dan komunitas lokal.
  • Fokus pada informasi berbasis data, mitigasi risiko, dan kesiapsiagaan komunitas untuk bencana skala lokal dan regional.
Dengan strategi ini, masyarakat dapat meningkatkan ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologis terhadap dampak perubahan iklim dan bencana, sekaligus mendorong perubahan perilaku dan nilai yang berkelanjutan terhadap lingkungan.
Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan